Kopsia

Kopsia arborea Blume

Pohon kecil atau perdu hijau abadi yang dapat tumbuh hingga 14 meter dengan tajuk padat. Ciri khasnya adalah daunnya yang tunggal, berhadapan, teksturnya seperti kulit (koriasus), berbentuk elips dengan tepi bergelombang; yang unik, daun tua akan berubah warna menjadi merah darah atau ungu sebelum gugur. Bunganya berwarna putih dengan sedikit warna kuning di bagian tengah, tidak berbau kuat, dan mekar bebas. Buahnya berbentuk bulat memanjang seperti zaitun dan berubah menjadi biru-hitam atau ungu tua saat matang.
Nama LatinKopsia arborea Blume
Nama FamiliApocynaceae
Distribusi AsliCina Selatan, Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Queensland (Australia) dan Filipina.
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh optimal di hutan dataran rendah tropis hingga batas ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, termasuk di pinggiran hutan. Ia dapat mentolerir berbagai jenis tanah asalkan berdrainase baik dan menyukai kondisi cahaya terang, mulai dari sinar matahari penuh hingga naungan parsial.
PemanfaatanMeskipun seluruh bagian tanaman diketahui beracun jika tertelan (terutama buahnya) karena kandungan alkaloid indole, pemanfaatan utamanya terbagi antara ornamen dan obat tradisional. Ia sering ditanam sebagai tanaman hias peneduh atau di tepi jalan karena tajuknya yang kompak dan perubahan warna daunnya yang menarik. Dalam pengobatan tradisional, kulit kayu, daun, dan buahnya telah digunakan secara lokal (misalnya di Tiongkok) sebagai obat untuk radang tenggorokan, amandel (tonsilitis), dan rematik, serta menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri dan antioksidan dalam penelitian fitokimia modern.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!